Persamaan gender yang banyak didengung-dengungkan oleh kaum barat, ternyata telah merasuk ke tubuh kaum muslimah umat ini. Mereka telah tertipu dengan pemikiran kaum barat, bahkan tidak sedikit yang mengekor pemikiran tersebut. Lantas bagaimana sebenarnya peranan wanita islam dalam membangun keluarga atau masyarakat? Mari kita simak tulisan berikut, bagaimana seharusnya wanita membangun sebuah keluarga bahkan Negara? Read the rest of this entry »
Al-Faudhiyyah 2
2. Al-Faudhiyyah (tidak disiplin) dalam menggunakan waktu
Sedikit sekali manusia yang selamat dari sikap semacam ini termasuk mereka para penuntut ilmu atau para da’I, bukti yang paling nyata dalam hal ini silahkan anda lihat pada kehidupan anda dan perhatikanlah segala sesuatu yang berada di sekitar anda, di sana-sini terdapat jadwal kerja yang tidak teratur serta janji-janji pertemuan yang padat, semua hal itu membuat diri anda bersedih karena sedikitnya waktu serta sedikitnya berkah. Dan perhatikan pula perpustakaan pribadimu dan segala kitab-kitab yan ada di rak buku, berapa banyak buku yang and abaca pada tahun ini atau tahun-tahun sebelumnya atau tahun-tahun ketika anda konsisten ataukah waktu yang diberikan tidak membantu anda? Tidak diragukan lagi bahwa tidak disiplin dalam menggunakan waktu adalah sebab dari semua itu. Bukankah lebih baik bagimu ketika engkau membuat janji maka pada saat itulah engkau mengeluarkan buku catatan dan pena kemudian engkau menulis tanggal yang telah engkau janjikan itu dan kapan hal itu akan dilaksanakan?! Bukankah sikap berdisiplin jika engkau tidak terikat dengan dua janji dalam waktu yang sama!? Read the rest of this entry »
Al- Faudhiyyah(Asal-asalan atau tidak stabil)
Al-faudha(tindakan asal-asalan)bila ditinjau dari segi bahasa memiliki dua arti:
Arti yang pertama adalah bercampur baurnya beberapa perkara antara satu dengan lainnya, seperti bercampurnya beberapa jenis binatang antara satu dengan lainnya, atau bercampur baurnya kepemilikan harta antara harta seseorang dengan harta orang lain.
Arti yang kedua adalah kesamaan dalam hal kedudukan atau dalam hal urusan, dalam bahasa arab dikatakan ‘Qawn fawdha’ artinya adalah suatu kaum sama dan sederajat tidak memiliki pemimpin.
Berkata seorang penyair: “Tidaklah baik suatu kaum berada alam keadaan kacau tidak punya pemimpin, dan tidak ada artinya seorang pemimpin bila orang-orang yang bodoh berkuasa”.
Jadi kata Al-Faudhiyyah berarti tidak adanya kestabilan atau kepastian dalam kehidupan seseorang, dia hidup dengan tidak teratur, tanpa disiplin, tidak di dasari pemikiran yang dalam. Juga berarti pekerjaan tanpa konsep, pekerjaaan asal-asalan hingga mudah mengarah pada kegagalan, perpindahan terus menerus, memulai pekerjaan tanpa konsep lalu pindah kepada pekerjaan yang lain sebelum menyelesaikan pekerjaan terdahulu yang masih menumpuk, juga berarti berpikiran kacau tidak menentu dan lemah dalam melaksanakan tugas. Read the rest of this entry »
